Apa yang Anda rasakan saat melihat jerawat datang di kulit Anda apalagi jika di wajah cantik / ganteng Anda ? Kesal, sedih, kawatir atau malah tenang – tenang saja sampai akhirnya jerawat makin banyak dan parah ?

Cara Mengatasi jerawat dan bekas Flek Bekas dan Bopeng Acne Scar

 

Jerawat merupakan masalah kesehatan global yang ternyata banyak menelan biaya yang tidak sedikit. Munculnya jerawat di wajah berpotensi menimbulkan masalah psikis penderitanya, tentu saja diluar masalah kesehatan yang menyertainya. Padahal kata seorang professor ahli kulit dunia Professor Kligmann bahwa tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengalami jerawatan sepanjang masa hidupnya.

Bisa dikatakan jerawat merupakan hal yang setiap orang seharusnya mengetahui dengan sebenarnya dan secara ilmiah. Sebab pengetahuan yang benar bisa turut andil dalam keputusan mengambil perawatan jerawat yang memadai dan menghindarkan timbulnya komplikasi.

Kembali pada masalah psikis yang bisa timbul akibat jerawat, ada sebuah jurnal penelitian yang valid yaitu DISINI. Pada penelitian ini tampak jerawat menimbulkan turunnya rasa percaya diri, adanya rasa tidak berharga yang mempengaruhi penilaian diri secara negatif, minder karena jerawat. Pada kasus jerawat berat bisa sampai menimbulkan gangguan kecemasan dan neurotik serta penderita memiliki sistem pertahanan diri yang lebih rendah.

Memahami pentingnya pengetahuan yang benar tentang jerawat, artikel ini bertujuan untuk menyuguhkan pada Anda berbagai informasi seputar jerawat secara rasional dan ilmiah. Tentang pengertian jerawat, penyebab jerawat, bagaimana proses bisa timbul jerawat, gambaran kasus jerawat di Indonesia maupun dunia secara global, klasifikasi jerawat serta derajat keparahan jerawat. Juga cara pencegahan jerawat dan bekas jerawat yang berupa komplikasi akibat jerawat yang tidak segera ditangani dengan adekuat. Juga cara mengobati dan menghilangkan jerawat secara alami, secara herbal, dan pengobatan treatment dan terapi secara medis. Aspek diet terhadap kemunculan jerawat juga akan dibahas dalam artikel ini. Karena jika tak kenal maka tak ada rasa sayang, kita segera saja mulai pengenalannya 🙂

Definisi Acne : Apa itu jerawat

Pada dasarnya, jerawat merupakan suatu kondisi kulit paling umum yang menyerang jutaan orang di seluruh dunia. Pada bayi bisa juga timbul semacam jerawat disebut baby acne. Jerawat banyak muncul saat usia remaja disebut adolescent acne, tapi tidak sedikit kasus yang berlanjut atau datang saat usia dewasa. Jerawat demikian sering disebut adult acne.

Tidak peduli jenis kelamin, jerawat bisa menghampiri pria juga wanita. Kondisi kulit jerawat ini secara medis disebut dengan Acne Vulgaris, merupakan peradangan kronis yang terjadi pada folikel pilosebaseus atau kelenjar rambut dengan masa awitan dari usia kanak – kanak akhir atau remaja awal.

Jerawat, Fakta Ilmiah dan Cara Mengatasi Bekas Jerawat. Riset Terbaru

 

Klasifikasi jerawat, macam jerawat pasir dan jerawat batu

pic from www.bitdiaries.com

Bentuk jerawat ada bebarapa variasi, secara garis besar berupa terbentuknya komedo, papul ( bintil kecil ) kemerahan, pustul ( benjolan kecil / bintil bernanah ), nodul ( benjolan yang lebih besar dibanding papul ) yang keras, pseudokista ( benjolan semacam kista isi cairan ) dan pada beberapa kasus sudah disertai adanya parut atau bopeng.

Secara awam ada yang menyebut jerawat pasir yang bruntus kecil – kecil dan pada perabaab kulit teraba kasar karena komedo baik yang blackhead maupun whitehead. Untuk jerawat batu yang berbentuk noduler maupun cystic biasanya selain faktor komedo, sudah ada campur tangan kuman yang memperburuk penampakan jerawatnya.

Mengenal Penyebab Jerawat

Jerawat merupakan penyakit yang penyebabnya multifaktorial. Hal ini yang terkadang membuat treatment tidak bisa dalam waktu hitungan hari. Kadang memakan waktu berbulan bahkan bertahun – tahun dalam pengendalian jerawat. Penyebab pasti timbulnya jerawat belum diketahui, tetapi ada banyak faktor yang ditengarai bisa mempengaruhi timbulnya jerawat, diantaranya sebum, kuman, faktor genetik / keturunan, hormon, kosmetik yang bersifat oklusif dan komedogenik, diet / makanan tertentu, obat – obatan tertentu seperti kontrasepsi hormonal dan obat antiepilepsi, manipulasi terhadap jerawat, paparan sinar matahari, kebiasaan merokok serta faktor psikis ( stress ). Khusus untuk faktor terakhir bisa seperti lingkaran tak berujung, jerawat menimbulkan tekanan psikis, sementara faktor stres psikis bisa memunculkan jerawat.

Proses Timbulnya Jerawat

Kulit mempunyai folikel rambut, tempat atau struktur dimana disitu rambut tumbuh. Kecuali di bibir, telapak tangan dan telapak kaki tidak memiliki folikel rambut. Nah di folikel rambut ini bermuara kelenjar sebasea yang memproduksi zat sebum, semacam minyak kulit untuk melumasi dan melembabkan rambut dan kulit. Di area tertentu seperti ketiak, selangkangan dan areola kelenjar keringat ( apokrin ) bermuara juga di folikel rambut. Struktur folikel rambut juga dilengkapi dengan otot yang pada saat tertentu bisa membuat rambut berdiri seperti saat ngeri atau merinding ketakutan. Keseluruhan struktur yang terdiri dari folikel rambut, batang rambut, kelenjar sebum maupun keringat serta otot kecil erektor pili ini disebut unit pilosebaseus.

Mengerti tentang pilosebaseus adalah awal pemahaman jerawat dan proses bagaimana timbulnya jerawat. Penyebab pencetus timbulnya jerawat seperti disebutkan diatas adalah banyak faktor, tetapi secara proses adanya 4 tahap lahirnya jerawat, yaitu :
1.Peningkatan produksi kelenjar sebum / minyak kulit. Penyebabnya bisa multifaktorial seperti yang sudah disebutkan tadi.
2.Dibarengi keadaan penebalan dinding saluran folikel rambut. Menebal, otomatis lubangnya mengalami penyempitan yang mempengaruhi proses pembuangan keluar sebum / minyak kulit.
3.Berkembang biaknya kuman Propionibacterium Acnes di saluran folikel rambut. Minyak yang harus dikeluarkan lewat saluran folikel rambut meningkat, sementara dinding saluran menebal, lubang saluran menyempit. Ditambah dengan campur tangan kuman yang berkembang di dalam saluran yang sudah tidak lancar tersebut, maka timbullah
4.Peradangan pun terjadila, diikuti dengan mekanisme imunologi tubuh. Respon tubuh ketika ada infeksi kuman.

Pada jerawat pasir atau bruntus, di fase awal tidak ada proses infeksi kuman. Hanya karena sebum yang tersumbat membentuk komedo whitehead maupun blackhead. Tapi tidak menutup kemungkinan jerawat pasir bisa menjadi lebih parah ketika higiene perseorangan dan rutinitas perawatan kulit seperti pembersihan kulit tidak terjaga, bisa dihinggapi kuman.

Peningkatan produksi sebum salah satunya dipicu faktor hormonal, hal ini sering dijumpai pada usia remaja juga pada wanita yang timbulnya jerawat pada saat – saat menjelang siklus menstruasi. Ini membuktikan pengaruh faktor hormonal pada jerawat.

Jerawat batu atau jerawat bernanah derajat keparahannya bisa bervariasi, karena ada proses inflamasi / peradangan, jika tidak mendapat penanganan yang memadai dan secepat mungkin berakibat timbulnya komplikasi. Apalagi ketika tangan sulit untuk tidak iseng memegang dan memencet jerawat di kulit. Komplikasi bekas jerawat yang paling sering mengganggu yaitu noda hitam / flek bekas jerawat juga kondisi kulit tidak rata / parut bekas jerawat ( bopeng ).

Epidemiologi Jerawat

Sebenarnya siapa saja sih yang bisa kena jerawat dan berapa banyak penderita jerawat di masyarakat ? Ternyata semua orang mungkin terkena jerawat. Dan jerawat ini merupakan salah satu dari 4 penyakit kulit yang paling sering merupakan alasan mengunjungi dokter kulit. Kejadian jerawat memuncak di usia 14 tahun. Kejadian terbanyak adalah jerawat wajah, diikuti jerawat punggung. Kasus yang ada bervariasi yang berupa komedo tertutup, diikuti komedo terbuka, kemudian jerawat bernanah dan jerawat batu.

Masih tingginya kebiasaan mengorek dan memencet jerawat terjadi pada pria dan wanita merupakan hal yang semestinya disosialisasikan dengan baik, karena kebiasaan ini bisa memperparah jerawat, menimbulkan perlukaan sehingga timbulnya bekas jerawat lebih besar.

Jerawat memang tidak mengancam nyawa dan fisik penderitanya, tapi dari berbagai penelitian menunjukkan pengaruh jerawat pada fungsi sosial dan psikologis tampak jelas. Hal ini turut menurunkan kualitas hidup penderitanya. Jerawat yang lebih parah dikatakan berhubungan dengan peningkatan kejadian anxietas / kecemasan, gejala depresi dan rasa minder serta kurang percaya diri.

Ini adalah sebuah hasil riset yang seyogyanya disosialisasikan terutama bagi orang tua yang mempunyai anak , keponakan, saudara remaja yang berjerawat. Jerawat terkadang bukan masalah yang mudah pada beberapa remaja. Meski terkadang bahkan si remaja sendiri tidak menyadarinya. Setidaknya penelitian ini menunjukkan pentingnya perawatan dan penanganan jerawat secara baik dan lebih awal untuk meminimalkan akibat negatif yang berpotensi muncul.

Dalam penelitian berbeda disebutkan adanya rasa malu dan penurunan harga diri karena jerawat di wajah ditemukan pada 39,8 % anak dengan jerawat ringan, prosentase lebih besar sebesar 64,6 % anak dengan jerawat sedang dan 89,3 pada jerawat berat di wajah. Pada kasus jerawat punggung pun tampak pengaruh serupa meski dengan prosentase lebih sedikit. Notabene jerawat di punggung bisa tidak terlihat kala tertutupi pakaian. Beda dengan jerawat di wajah yang orang lain bisa lihat. Hal ini wajar mengingat masa remaja merupakan masa pencarian jati diri pada anak. Proses ini ternyata bisa terpengaruh oleh masalah kulit jerawat. Para orang tua selayaknya menyadari hal ini.

Aspek emosional, psikis dan fisik yang menyertai jerawat setidaknya ada pada empat hal yaitu terhadap gangguan yang timbul akibat jerawat nya sendiri ( rasa nyeri ), pengaruh pada rasa percaya diri, perasaan tidak berharga kadang rasa putus asa terutama jika jerawat bandel, serta akibat terapi yang tidak memberikan hasil memuaskan.

Seberapa Parahkan Jerawat Anda

Pemeringkatan jerawat yang menentukan derajat keparahan jerawat ada banyak metode. Salah satu nya adalah Klasifikasi Jerawat Lehmann, yang menggolongkan jerawat menjadi jerawat ringan, sedang dan berat.

Jerawat ringan ada komedo dengan jumlah masih dibawah 20, jerawat radangnya masih dibawah 15 buah, atau secara total jumlah jerawat kurang dari 30.

Jerawat sedang memperlihatkan komedo lebih banyak, antara 20 – 100 komedo jika dihitung, jerawat meradang sejumlah 15 – 50 buah atau secara keseluruhan jumlah jerawat 30 – 125.

Jerawat berat atau parah memiliki komedo lebih dari 100, lesi meradang lebih dari 50 atau jumlah total jerawat lebih dari 125.

Bagaimana Cara dan Tips Mengobati, Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya

Setelah secara runtut mengenal apa itu jerawat, bentuk – bentuk jerawat, pola penderita jerawat, serta faktor pemicu timbulnya serta klasifikasi jerawat. Hal selanjutnya yang perlu pemahaman adalah bagaimana cara menghilangkan dan mengobati jerawat. Treatment jerawat tidak bisa dilepaskan dari proses bagaimana jerawat bisa timbul dan lahir.

Empat faktor yang sudah diidentifikasi dalam proses timbulnya jerawat inilah yang harus mendapatkan intervensi, yaitu produksi minyak kulit / sebum yang meningkat, penebalan lapisan folikel rambut, perkembangbiakan kuman Propionibacterum Acnes yang berlebihan serta proses radang dan respon imun tubuh yang menyertainya.

Cara mengatasi jerawat dimaksudkan dari awal yaitu mengontrol produksi sebum oleh kelenjar sebasea, proses ganti lapisan dinding folikel, bahan anti kuman serta pengendalian proses radang yang ada pada jerawat.

Pendekatan kosmetik dengan paket perawatan kulit berjerawat meliputi produk kosmetik pembersih kulit berjerawat yang berupa cleanser, sabun jerawat. Juga kosmetik untuk membantu mengontrol produksi sebum / minyak berlebih secara topikal ( sebum control ). Kosmetik yang membantu proses pergantian sel dinding saluran folikel berjalan lancar untuk menghindari penebalan dinding folikel rambut. Kosmetik perawatan jerawat banyak yang memanfaatkan bahan aktif yang mempunyai efek anti inflamasi untuk membantu meredakan proses peradangan jerawat diantaranya TTO ( tea tree oil, minyak pohon teh ), aloe vera, green tea ( teh hijau ) dll.

Pemakaian herbal seperti minyak pohon teh, teh hijau, lidah buaya dll bahan alami yang sudah sejak jaman nenek moyang dipakai untuk merawat kulit secara alami. Tea Tree Oil, minyak pohon teh yang dimaksud disini bukan minyak dari pohon teh Camelia Sinensis yang sehari – hari kita minum seduh saat membuat minuman teh, minyak pohon teh ini semacam minyak kayuputih yang merupakan tumbuhan asli di Australia. Suku pedalaman Aborigin telah memanfaatkan minyak pohon teh ini dan dalam berbagai penelitian pun menunjukkan khasiat yang salah satunya adalah sebagai anti peradangan.

Untuk kasus jerawat yang tidak mengalami kemajuan dengan kosmetik, atau kasus yang berat dan kasus jerawat dengan komplikasi, penanganan oleh profesional medis ( dokter, dermatolog ) akan memberikan hasil yang lebih optimal. Dikarenakan berdasar kompetensinya berwenang melakukan treatment jerawat berupa pengobatan ( menggunakan bahan obat baik antibiotik maupun obat anti radang dan obat jerawat yang harus dalam pengawasan medis ) serta tindakan – tindakan medis untuk pengobatan.

Mengingat jerawat mempunyai penyebab multifaktorial, banyak faktor, memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang besar terutama dari penderitanya. Mengendalikan jerawat tidak semudah mengobati penyakit infeksi kuman biasa seperti radang tenggorokan diobati dengan obat yang tepat seminggu bisa sembuh sehat seperti sedia kala.

Jerawat tidak bisa seperti ini dalam pengendaliannya, seringnya memerlukan proses berminggu – minggu bahkan berbulan – bulan sampai jerawat bisa dikontrol baik. Itu pun harus selalu melakukan perawatan secara rutin dengan pembersih yang tepat, pelembab, pelindung sinar matahari / tabir surya serta kosmetik yang tidak komedogenik.

Pengaruh Diet Pada Jerawat

Hubungan antara makanan dan timbulnya atau makin parahnya jerawat masih menjadi diskusi dan penelitian oleh para ilmuwan. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan kekambuhan jerawat. Sebuah jurnal yang bagus untuk referensi adalah Hubungan Makanan dan Jerawat  yang menyajikan dengan gamblang dan bijaksana menyikapi perdebatan atau isu topik ini. Filosofi Hippokrates : Biarkan makanan menjadi obatmu, dan biarkan obat menjadi makananmu, agaknya bisa menjadi titik tengah.

Bahwa makanan atau diet yang sehat dengan nutrisi yang cukup membuat tubuh bisa berfungsi lebih optimal, dan lebih sehat. Tubuh secara keseluruhan, tidak hanya kesehatan kulit atau lebih sempit jerawat kulit. Diet yang sehat termasuk asupan makanan tinggi serat ( perbanyak sayur dan buah ), kecukupan cairan / minum, rendah gula garam dan minyak.

Olah raga teratur dan Mengelola Stres pada Jerawat

Tekanan psikis dan emosi pada jerawat sangat nyata hubungannya, dan dalam penelitian pun tampak hubungan antara stres dengan tingkat keparahan jerawat. Hal ini tidak bisa dilepaskan dalam proses pengendalian jerawat. Olah raga teratur dan adekuat merupakan salah satu metode relaksasi yang banyak orang mengalami manfaatnya. Olahraga pun akan membuat fikiran lebih segar.

Kesimpulan
Jerawat merupakan masalah kulit yang terutama dijumpai pada remaja, bisa berlanjut ke usia dewasa, juga bisa memiliki komplikasi bekas jerawat jika tidak mendapatkan penanganan yang adekuat. Tentang Apa itu Jerawat, Penyebab jerawat, Proses Timbulnya Jerawat, Klasifikasi Keparahan Kasus. Tips dan Cara Mengatasi, Mengobati dan Menghilangkan Jerawat dan Bekas Jerawat seyogyanya secara terpadu dengan produk kosmetik kulit berjerawat dan bantuan profesional medis, menggabungkan juga aspek diet dan pengelolaan stres psikis kejiwaan. Dan Olah raga teratur dan cukup turut membantu mengontrol jerawat. Jerawat, Fakta Ilmiah Penyebab dan Cara Mengatasi Bekas Jerawat. Semoga bermanfaat 🙂